Driveshaft/ As Roda masalah???

Mobil dengan Layout FF ( Front Engie, Front Wheel Drive ) memang jauh lebih efisien dalam penggunaan bahan bakarnya. Karena tenaga yang dihasilkan dari mesin, dapat langsung tersalurkan dengan sempurna ke Roda penggerak.

Istilah lainnya, mobil dengan layout FF lebih sedikit powerloss nya dibadingkan dengan yang layout FR (Front Engine, Rear Wheel Drive).

Akan tetapi, mobil dengan layout FF ini sering bermasalah pada bagian Drive Shaft / As Roda. Pertanyaan yang paling umum adalah “kenapa kok sering bermasalah??”

Nih saya coba sharing disini, semoga bermanfaat.

Drive shaft / As roda pada umumnya terdiri dalam 3 bagian utama, yaitu :

  • Outer C.V Joint
  • Inner C.V Joint
  • Shaft

C.V Joint adalah singkatan dari Constant Velocity Joint. Benda ini berguna untuk menyalurkan tenaga dari gearbox ke roda dengan sudut yang bervariasi. Oleh karena itu, C.V Joint ini salah satu part yang sangat penting dalam kenyamanan berkendara.

Shaft adalah As yang menghubungkan antara Outer C.V dan Inner C.V.

Untuk lebih lanjut, silahkan baca2 atau browsing dari Wikipedia.

Masalah yang akan timbul dari C.V Joint yang rusak diantaranya adalah :

  1. Bunyi “klotok klotok klotok” pada saat mobil sedang berputar,
  2. Bunyi “Kluk atau Gluk” pada saat akan berjalan,
  3. Bergetar pada Speed tertentu dan hilang apabila ditambah speed nya.

Pada umumnya, dari ketiga masalah tersebut adalah karena :

  1. Bunyi “klotok Klotok” pada saat berputar balik adalah karena Outer C.V Joint bermasalah. Cara mengetesnya adalah dengan membawa mobil secara berputar. Apabila berputar ke kanan bunyi, maka Outer C.V Joint kiri bermasalah. Apabila berputar ke kiri bunyi, maka Outer C.V Joint kanan yang bermasalah.
  2. Bunyi “Kluk atau Gluk” pada saat akan berjalan, hal yang pertama di cek adalah Engine Mounting. Tetapi kalo semua engine mounting masih bagus, ada baiknya nda mengecek Inner C.V Joint. Biasanya Inner C.V joint sudah bergelombang bagian dalamnya.
  3. Bergetar pada speed tertentu. Hal yang paling mudah adalah dengan men-spooring atau mem-balancing dan finish balance bagian yang berputar dahulu. Apabila masih dirasakan bergetar, ada baiknya anda mengecek Inner C.V Joint. Pada umumnya Inner C.V Joint ini kering atau rusak. Seperti ini gambarnya :Jpeg

Inilah beberapa penyebab Drive Shaft rusak :

  1. Terkena benturan keras.
  2. Karet pelindung/ Boot sudah sobek
  3. Mobil terlalu ceper/ pendek

Untuk mencegah kerusakan yang lebih fatal, ada baiknya melakukan perawatan atau pengecekan setiap servis kendaraan anda.

Akan lebih baik lagi, apabila setiap 50.000 KM atau setahun sekali, dicek dan diganti Pelumasan CV. Joint nya.

Mari rawat kendaraan anda dan lakukan perawatan secara berkala dan terencana.

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s